13.9.08

TUKER PASANGAN (SWINGERS SEX/SS)

Yukdegem.com, berjalan di pinggiran kota Jakarta, di sebuah hotel yang katanya sering menjadi tempat para penggemar swinger, malam itu bulan tampak pucat, bintang yang sepi bersinar. Pasangan yang tadi bersama keluar dari taxi kini berjalan bergandengan dengan pasangan yang lain, mereka bertukar pasangan, rasa penasaran yang menggebu untuk mencari tahu akhirnya malam itu terjawab sudah.

Mereka berempat (dua pasangan) berada dalam satu kamar yang sama, ini bukan sebuah budaya, ini adalah sebuah aktualisasi pemenuhan syahwat, penghakiman dan pelarangan hanya akan menjadi pelaku swinger tertantang, ini adalah sebuah pendobrakan dari nilai-nilai normative, ini adalah sebuah gaya hidup.

Belum cukup disitu rasa penasaran menghinggap dikepala, selama satu minggu data dan informasi dikumpulkan, dicoba untuk ditelaah dan dibedah, ternyata tukar menukar pasangan sudah ada ribuan tahun lalu, tidak ada tahun dan kejadian apa yang mengawalinya, tetapi semua budaya tertua di dunia sudah mengenal tukar menukar pasangan, diawali oleh tukar menukar selir, bahkan pasukan yang mengalahkan suatu kerajaan atau budaya lainnya dengan memperkosa penduduk wanitanya, ksatria pemenang memperkosa selir dan keluarga kerajaan secara bergantian, yang dikenal dengan istilah Orgy.

Orgy sendiri belum dapat dikatakan swinger ketika tidak dilakukan pasangan yang sah secara hukum Negara atau agama, bagi pelaku swinger awalnya berangkat dari pergaulan atau menonton film-film porno, pengalaman melakuakan kegiatan orgy pada usia muda dengan 2 in 1, atau 3 in 1, ternyata juga memegang peranan penting secara psikologis pelakunya ketika sudah menikah nantinya.

Swinger tidak dilakukan oleh pasangan yang masih mempunyai rasa terhadap pasangannya, walaupun menurut pelaku swinger perasaan cinta dan melakukan hubungan badan adalah dua hal yang berbeda, tetapi pada kenyataannya mereka yang melakukan swinger mempunyai kecenderungan selingkuh dan bercerai mencapai 90%.(is/Red).

sumber: jaringmalam.wordpress.com

Swinger Party: Pesta Seks dengan Lain Pasangan

Minggu, 4 Desember 2005
Seiring perkembangan teknologi, pencarian jodoh bisa dilakukan lewat chatting atau kontak jodoh di dunia maya melalui situs internet. Ada kalangan bahkan memanfaatkan kecanggihan dunia maya ini untuk saling bertukar pasangan. Di dunianya, kelompok yang sering menggelar pesta seks antar lain pasangan ini dikenal dengan sebutan swing party.

Jika di negara-negara barat ada kelompok hyphist atau nudis yang melazimkan kencan seks antara satu pasangan dengan pasangan lain, di Indonesia, khususnya di kota-kota besar ada kelompok swing party.
Entah, kelompok yang sering menggelar pesta seks antara pasangan yang satu dengan pasangan yang lain ini disebut swing party. Namun, menurut informasi yang didapat dari sumber, dalam situs dunia maya, pengelolanya mendefinisikan swing party sebagai hubungan seksual yang dilakukan dengan orang lain secara terbuka, bercumbu bahkan berhubungan intim dengan pasangan lain dalam memenuhi fantasi seksual dan berbagai petualangan erotik satu sama lain.
Swing party memang bukan cerita anyar. Budaya pesta tukar pasangan ini telah cukup lama merambah ibukota Jakarta. Bahkan belakangan pesta seks ini telah merambah kota-kota besar lain seperti Bandung, Denpasar, dan Surabaya.

Meski tidak membatasi usia, umumnya para pelaku swing party lebih diminati kalangan eksekutif muda. Atau paling tidak, komunitas lekaki yang berkocek tebal.. Tujuan yang hendak diraih adalah petualangan seks yang penuh fantasi dan sensasi. Itu alasan mereka yang konon sempat merasakan nikmatnya pesta ini.

Sumber itu mengungkapkan, swing party bisa dilakukan dengan mengajak pasangan kumpul kebonya masing-masing yang nantinya akan dibarter dengan pasangan kumpul kebo dari peserta lain. Boleh jadi, jika tak memiliki pasangan kumpul kebo, para peserta pesta ini umumnya akan membawa pasangan yang notabene disewa sebagai pendamping, yang nantinya juga akan dibarter dengan pasangan peserta lain. Jadi syarat mutlaknya adalah harus membawa pasangan. Gawatnya, ada pula peserta swing party yang berstatus suami istri.

Memang sulit dipahami. Apalagi dengan status peserta yang merupakan suami istri sah. Namun, menurut sumber itu, pasangan suami istri itu perlu proses agak lama untuk menjadi swinger. Berbeda dengan pasangan yang tanpa ikatan.

Karenanya, pasangan swinger punya syarat-syarat tersendiri yang dijunjung tinggi seperti menjaga rahasia, harus sehat, dan syarat terakhir harus ada kecocokan alias tidak ada unsur pemaksaan.
Swing party biasanya diikuti dua atau tiga pasangan. Namun pada saat-saat tertentu, ada kalanya empat sampai lima pasangan terlibat di dalamnya. Para swinger-sebutan untuk pasangan yang sering melakukan hubungan seks dengan pasangan lain, lazimnya menyewa kamar hotel berbintang. Bila yang terlihat hanya dua pasangan, biasanya yang disewa kamar hotel tipe standar atau superior. Sedangkan penthouse disewa bila jumlah pesertanya lebih dari empat pasangan.

Lalu, bagaimana swinger ini mencari lawan pasangannya? Selain dari mulut ke mulut atau lewat event organizer (EO), pecandu swing party bisa mencari pasangan baru melalui situs internet yang memang khusus untuk komunitas mereka. Atau bahkan mereka juga bisa mencari lewat chatting dengan nick name yang ada embel-embel swinger-nya seperti Jakarta_couples, Bandung_couples, Surabaya_couples, hot_couples dan nick name lainnya yang sudah dikenali oleh pecandu pesta ini.
Tak hanya itu. Kini bahkan terbentuk jaringan pecandu pesta seks tukar pasangan antarkota. Sebelum pesta seks itu digelar, umumnya mereka akan menggelar pesta kecil-kecilan. Entah di bar, diskotek atau room-room karaoke.

Yah sebagai sesi pemanasan dan saling berakrab ria. Bagi mereka yang menikmati pesta ini, kata sumber itu, mereka tak hanya merasakan fantasi dan sensasi seks, swing party juga katanya mampu membunuh kejenuhan mereka.

Sebelum pesta digelar, semua peserta menunjuk satu orang sebagai pemandu yang bertugas membacakan aturan main, seperti semua pasangan harus telanjang di sebuah ruangan private. Aturan main lain bahwa pria tak boleh menyentuh pria. Sebab, di komunitas ini tidak mentolerir lesbian atau homoseksual.

Biasanya, pesta ini dilakukan dua kali dalam sebulan. Tujuannya untuk menghindari kejenuhan di antara komunitas ini sendiri. Untuk mendapatkan pasangan swinger, sebenarnya gampang-gampang susah.

Namun sumber itu menjelaskan, sejumlah situs seks tukar pasangan yang berisi iklan pasangan swinger yang sedang mencari 'mitra' bisa dijadikan alternatif bagi para swinger pemula. Ada situs yang gratis dan ada yang perlu mengeluarkan uang dengan cara memasukan nomor kartu kredit.

Selain melakukan pelacakan di situs-situs itu, para swinger biasanya juga gemar chatting. Tapi, mencari pasangan swinger melalui chatting sering kali tak membuahkan hasil. Tidak seperti situs swinger, karena nama-nama yang sudah ada di sana jelas-jelas swinger. Tinggal kontak lewat handphone atau via email untuk membuat janji bertemu. Kalau cocok pesta pun bisa digelar. (Syarifudin)
www.suarakarya-online.com